Feed on
Tulisan
Komentar

Fitur mail server Microsoft Exchange belum pernah saya gunakan, hanya menggunakan protokol pop3 ataupun IMAP maupun webmailnya (OWA) saja. Pasangan ini sangat apik bila disandingkan dengan si Microsoft Outlook dengan dukungan untuk menikmati fitur si Microsoft Exchange. Sebagai mail client MS Outlook tidak perlu diragukan untuk menikmati fiturnya, namun tidak semua mail client yang gratisan mendukung fitur si MS Exchange - namun perjalanan terus berlanjut dan menemukan alternatif pilihan yang lain, tentunya dengan mempercayai BlankON/Ubuntu sebagai sistem operasi namun masih bisa menikmati fitur exchange yang bisa kubutuhkan saat ini. Lanjut Baca »

Kemarin sempat mau melaporkan tentang tibanya paket id-Gmail. Namun karena si firefox sedang ngambek akhirnya tuh tulisan buyar semuanya. Terima kasih Endhoot yang sudi mampir kesini walaupun sedikit telat, akhirnya datang juga. Tak terasa ternyata sudah lebih satu tahun dua bulan saya menggunakan media wordpress ini, dengan sedikit sekali menulis baik itu yang narsis maupun yang berhubungan dengan berbagi pengetahuan yang berhungan dengan komputer. Saat ini aku selalu memikirkan untuk menulis sesuatu yang baru, namun hal itu kadang membuat batu ganjalan yang membesar dan menghalangi diri untuk mulai merangkai kata demi kata, akhirnya ngak ada yang disampaikan. Ah.. mungkin aku harus mulai lagi dari hal yang kecil, “berpikir di luar pikiranku”, bahasa kerennya “Thinking out of the box”

Tulisan yang sudah ditampilkan sebanyak 54 tulisan (posts), 1 halaman (page), 8 draft, 15 kategori. Ternyata miskin sekali aku ketika melihat data-data di dasbor depan. Lanjut Baca »

Wah, tampilan baru dashboard wordpress.com ne, informasi yang kubutuhkan sudah tampil di dashboard depan, tentunya tampilan kali ini lebih ciamik. Thanks again for your supporting Matt.

Dalam beberapa minggu ini saya sudah mulai menjamah mainan baru, yaitu si Debian. Ngak tanggung-tanggung, tidak banyak kendala dalam mempersiapkan semua aplikasi yang sedang berjalan di mesin yang lama, si Cowboy “RedHat”. Salah satu penyebab tukar guling dikarenakan yang ini, berjalannya waktu ta`arruf dengan si dia tentunya memiliki romantisme berbeda bagi diriku yang telah cukup waktu mengenal peradaban negeri maya imaginer Marlboro ‘RedHat’ Cowboy. Haa, istilah yang pastastis bukan?

RedHat dan turunannya, memiliki alat bantu yang disebut dengan ‘rpm’, .rpm (dot rpm) format paketnya. Begitu juga dengan Debian menggunakan ‘dpkg’, dengan memiliki format paket .deb. Aku tidak berbicara perbedaan atas keunggulan masing-masing alat bantu, bukan karena apa, karena ketidakpunyaan ilmu yang mendalam untuk melihat perbandingan keunggulan ke dua alat bantu. Tabel sederhana perintah dibawah ini mungkin bisa mengurangi waktu ta`aruf dengan si dia. Lanjut Baca »

“Moving forward to Ubuntu/Debian” - itulah title yang sedang kugunakan di Pidgin diatas BlankOn 2.0 mengajakku berkenalan dengannya lebih intens. Migrasi dari RedHat ke Debian ini diakibatkan perangkat keras belum memenuhi kebutuhan, atau mungkin karena kurang dalam aja mengeksplorasi si RedHat, baik itu CentOS 4/5 dan yang RHEL 4 juga belum bisa mengenali perangkat keras cakram keras (hard disk) Serial ATA. Namun, berbeda dengan si Ubuntu ini, dia langsung ngerti apa yang kumau. Akhirnya, proses instalasi berjalan dengan lancar dengan mengikutsertakan raid software (mdadm).

Ketika instalasi bind9, di kernel yang sudah dikustomasi terdapat pesan kesalahan:

* Starting domain name service… bind
named: capset failed: Operation not permitted: please ensure that the capset kernel module is loaded. see insmod( 8) [fail]

Solusi: Lanjut Baca »

Pengalaman kali kedua aku berurusan dengan pihak Bank Mandiri, yang dulunya ini. Singkatnya pukul 09.00 pagi aku sudah bergerak untuk melakukan sesuatu, berhubung uang di dalam dompet tidak mencukupi, melarikan diri ke atm terdekat. Nah, di atm ini semua awal ceritanya. Ditengah proses transaksi berlangsung, tiba-tiba mati lampu dan sayangnya mesin atm juga kandas tak beroperasi - alias ‘modar’. Ngak tahu mungkin ada kesalahan teknis, pada sistem power cadangan/ups atau apalah namanya yang memilki fungsi serupa. Wah, akhirnya saya menunggu beberapa menit, tentunya dengan harapan semuanya akan berjalan normal kembali. Tapi sayang, semua tidak sesuai yang saya harapkan, dan akhirnya saya memutuskan untuk mendatangi cabang terdekat, dan menjelaskan permasalahan yang sedang saya hadapi. Yang, sebelumnya saya minta tolong untuk melihatkan keadaan di ruangan atm kepada penjaga toko, yang sebelumnya ditolak oleh seorang mahasiswa karena dia sedang ada kelas di waktu itu. Lanjut Baca »

Inilah spesifikasi notebook yang membuat penasaran beberapa waktu yang lalu sudah terbayarkan. Secara instalasi bawaan (default) - Kubuntu 7.04 (Feisty) perangkat nirkabelnya selalu mengeluarkan pesan kesalahan:

Spesifikasi:
Mobile AMD Sempron(tm) Prosessor 3000+
Wifi Card : Broadcom 4318

bcm43xx: Error: Microcode “bcm43xx_microcode5.fw” not available or load failed.

Lanjut Baca »

Masih di pembicara Pak Bambang Nur Cahyo Prastowo, setelah tidak sempat mengikuti paparan dari Pak Rusmanto Maryanto, ini juga sedang menggunakan akses Internet gratisan dari Kampus AMIK MBP berkat kebaikan Pak Misdan untuk memberikan open wifi - walaupun masih sedikit lambat. Tapi kepuasan untuk menyampaikan acara secara langsung. Sayangnya saya tidak bisa menggunakan akses Internet Speedy, meskipun mereka menyediakan satu pc publik.

Para peserta seminar cukup banyak hampir 370 orang, baik itu dari kalangan mahasiswa AMIK, USU dan yang berdomisili di luar Medan seperti Aceh, Siantar, Rantau Prapat. Mungkin acara ini sebagai oasis di tengah kedahagaannya. Wah, lagi asyik nulis beginian Pak Bambang dimentahkan untuk melakukan acara selanjutnya “WorkShop” atas pertanyaan yang disampaikan oleh salah seorang peserta.

Dalam kesendirian di ruangan hijau, kuhabiskan 3 hari untuk mengembalikan stamina yang tidak bisa diajak untuk beraktivitas seperti biasanya. Huh, waktu yang cukup lama, namun sampai saat ini masih belum pulih sempurna - meskipun demikian aktivitas ini, yang menginginkan keberlangsungan hidup tetap dilaksanakan.

Tidak terlalu varitif aktivitas yang kuhabiskan selama itu, hanya tidur-tiduran dan membaca beberapa bacaan - mulai dari buku-buku yang bernuasa agama, novel, komputer, tata bahasa Inggris (Grammar), majalah, kalkulus, sampai soal-soal persiapan UMPTN 2007. Abis baca, kepala punyeng-punyeng lagi. Tidur lagi, tentunya masih dalam kebebasan berpikir diluar batas-batas ruangan ini, karena ngak mau terjebak dalam penjara pikiran.

Saat ini masih 2 buku yang selesai dikhatamkan yaitu : “Edensor” - Andrea Hirata, “Dari Garasi ‘Jeff Bezos’ Mendirikan Amazon.com” - Bernard Ryand, Jr.

Edensor, sebuah desa di Inggris yang menggambarkan suatu kondisi alam yang benar-benar mengasyikkan, tentunya mozaik pertama hingga akhir sungguh susah untuk diajak berhenti - itupun kalau mata sudah letih - tulisan Andrea Hirata sangat sayang untuk dihentikan. Tapi, aku masih belum membaca “Sang Pemimpi” yang menceritakan dunia sekolah menengahnya.

Tiga produk utama sebagai cikal bakal bisnis Amazon.com yaitu buku, musik, dan video hingga saat ini “Jeff Bezos” sang pencetus ide revolusi, sehingga tidak berlebihan mungkin dapat dikatakan sebagai revolusioner - dalam dunia perdagangan tardisional dengan mengubah bentuk dasar proses aktivitasnya dalam dunia maya - e-commerce. Jeff punya 6 nilai dasar perusahaan:

1. Obsesi Pelanggan
2. Kepemilikan
3. Pendapat yang terbentuk sebelumnya untuk tindakan
4. Kesederhanaan
5. Standar Karyawan yang tinggi
6. Inovasi

Silahkan baca sendiri aja ya? Mo pulang.

Kemarin tahu beritanya ini dari Ikhfan ketika di kampus, awalnya sih ngak percaya aja - walaupun beberapa waktu yang lalu situs resmi Trustix Secure Linux tidak bisa diakses. Tapi hari ini saya sudah melihat pengumuman resmi dari situsnya. Sayang ya, one of my favourite linux distro has died young!, seperti kutipan dari situs resminya:

Comodo regrets to announce that it will discontinue all distribution, updates and direct support for Trustix Secure Linux effective December 31, 2007″

Lanjut Baca »

Older Posts »